SHARE

Bertempat di Aula Balai Besar POM di Gunung Pangilun, BPOM Padang melaksanakan acara sosialisasi kepada Apoteker dan Pemilik Sarana Apotek (PSA) di lingkungan kota Padang pada Selasa (14/2/2017). Acara yang bertajuk Penyebaran Informasi Produk Pangan, Bahan Berbahaya, Mikrobiologi, Terapetik, Obat Tradisional, Kosmetik, Narkotika & Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya tersebut dinarasumberi langsung oleh Kepala BBPOM di Padang Zulkifli. Selain itu, juga ada narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Padang, dari Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), dan Ketua Pengurus Cabang IAI Kota Padang, Ivoni Munir

Sebelumnya diberitakan 6 apotek tak berizin disegel setelah BBPOM Padang bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kota Padang, Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), dan Ikatan Apoteker Indonesia Kota Padang. Penutupan sementara beberapa apotek tersebut merupakan tindak lanjut dari razia yang dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Tim gabungan tersebut menemukan beberapa pelanggaran, seperti apotek tak berizin, dan apotek yang tidak memiliki apoteker.

BACA JUGA:  Rapat Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI 2015

Dalam acara sosialisasi tersebut, para narasumber menegaskan bahwa dalam perizinan pendirian apotek, ada tiga komponan terkait yang harus dihubungi untuk urusan administratif. Tiga pihak tersebut adalah Pengurus Cabang IAI, dalam hal ini adalah PC IAI Kota Padang, kemudian Dinas Kesehatan Kota Padang, dan Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP). Apoteker dan Pemilik Sarana Apotek dihimbau untuk memenuhi semua persyaratan dan mematuhi semua aturan terkait untuk terhidan dari Pemberhentian Sementara Kegiatan (PSK), seperti penyegelan yang terjadi belakangan ini.

Ketika dihubungi terpisah, Ketua PC IAI Kota Padang, Ivoni Munir menyampaikan himbauan kepada seluruh Apoteker di wilayah Kota Padang untuk dapat memenuhi semua kelengkapan administratif yang terkait dengan personal Apoteker tersebut. Persyaratan tersebut meliputi Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) dan Sertifikat Kompetensi dengan masa berlaku yang masih aktif. Ivoni juga menekankan pentingnya perjanjian kerja sama antara Apoteker dengan Pemilik Sarana Apotek dan pengurusan izin ke BPMPTSP. (yyuliandra/ Kontributor: Desri Ofriani)