SHARE

 

Pasca diberitakan adanya penyegelan beberapa apotek di kota Padang, BBPOM segera melakukan sosialisasi terhadap Apoteker dan Pemilik Sarana Apotek di Kota Padang pada Selasa (14/2/2017). Selain mengundang narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, BBPOM Padang juga mengundang Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kota Padang, Ivoni Munir.

Ketika dihubungi dihubungi setelah dilaksanakannya acara sosilisasi tersebut, Ivoni menyampaikan rilis dan himbauannya kepada sejawat Apoteker. Selaku ketua organisasi profesi apoteker di wilayah kota Padang, ada beberapa hal yang disampaikannya menyikapi perkembangan dewasa ini terkait dengan praktek kefarmasian dan perapotekan di Kota Padang. Berikut penyampaian lengkapnya yang disampaikannya kepada redaksi IAI Sumbar. 


Yth Bapak Ibu Sdr/i Sejawat Apoteker Kota Padang.

Berikut kami sampaikan beberapa informasi penting mengenai praktek kefarmasian terutama di Apotek Wilayah Kota Padang.

Beberapa hari yang lalu, mulai dari hari Senin, 6 Februari 2017, Tim Terpadu dari BBPOM Padang, Dinkes Kota Padang, BPMPTSP Kota Padang, Dinas Perdagangan Kota Padang dan IAI Kota Padang yang berjumlah lebih kurang 50 orang terbagi dalam 10 TIM, melakukan Pemeriksaan pada Sarana Kefarmasian yaitu Apotek di seputaran Tarandam, Komplek Atom Center, Pasar Raya, Lapai dan Siteba.

BACA JUGA:  NSAID Fakultas Farmasi Unand Hadirkan Apotek Mini

Dalam Pemeriksaan Tersebut Tim Terpadu melakukan pemeriksaan berupa:

  1. Legalitas Sarana Apotek
  2. Legalitas Tenaga Kefarmasian
  3. Legalitas Produk/Obat.

Dalam Pemeriksaan tersebut banyak ditemukan masalah di tiga aspek tersebut, terutama di legalitas sarana berupa Surat Izin Apotek yang sudah mati dan Surat Izin Praktek Apoteker yang belum diperpanjang.

  • Ada pelanggaran Kritikal (tingkat tinggi) berupa tidak ada SIA, tidak ada APA dan Tenaga Teknis dan ada pelanggaran produk berupa obat-obat yang mengandung bahan kimia yang tidak terdaftar alias tidak ada izin edar BPOM.
  • Ada pelanggaran Mayor berupa izin sarana tidak diurus perpanjangannya padahal pemilik sarana tahu kalau SIA-nya sudah habis. Ada juga SIPA yang sudah habis, tetapi belum diperpanjang. Apoteker ditemukan tidak berada di apotek ketika pemeriksaan.
  • Ada pelanggaran Minor yang sifatnya pembinaan, seperti kartu stock, dll.
Cuplikan berita harian Padang Ekspres

Untuk Apotek yang ditemukan Obat Tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), langsung disita pihak BPOM dan berlanjut kepada kasus hukum.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Pihak Regulator dalam hal ini Dinkes, BPM PTSP, BBPOM melakukan penyegelan kepada 6 Apotek pada hari Jumat, 10 Februari 2017.

Penyegelan itu berupa Pemberhentian Sementara Kegiatan di lakukan secara bersama Oleh Kepala BPMPTSP, Bapak Hervan Bahar, KaDinkes Kota Padang, Ibu dr. Feri Mulyani, Ka BBPOM Bapak Zulkifli dan di dampingi oleh IAI Padang.

BACA JUGA:  Tutorial DG Binfar and Medical Devices in Rakernas IAI

6 Apotek tersebut berada di tarandam sebanyak 4 apotek yaitu Apotek L, Apotek I, Apotek IB, dan Apotek IF, sedang kan 1 lagi di Lapai yaitu Apotek DF dan 1 di Siteba Apotek Y.

Dari kejadian tersebut, pada hari Selasa (14 Februari 2017), BBPOM Padang melakukan kegiatan Penyebaran Informasi kepada Pemilik Sarana Apotek dan Apoteker  terutama terkait Izin Sarana, Izin Tenaga Kefarmasian dan Legalitas Produk/Obat.

Dari kejadian tersebut di atas, kami himbau sekali lagi kepada Sejawat Apoteker Kota Padang:

  1. Mohon diketahui dan dilengkapi surat-surat yang berhubungan dengan kita sebagai Apoteker, seperti STRA, Sertifikat Kompetensi. Kapan masa berlakunya harus diketahui, 6 bulan menjelang habis, mohon segera diurus.
  2. Bagi Bapak/Ibu yang akan menjadi Apoteker Pengelola Apotek, harus dilaksanakan Perjanjian Kerjasama secara hukum di depan Notaris dengan Pemilik Sarana, dan uruslah langsung Surat Izin Apotek ke BPMPTSP.
  3. Ketika SIA dan SIPA sudah di terbitakan, tolonglah hadir sesuai dengan jam praktek kita tiap hari di apotek, agar Bapak/Ibu tidak menjadi korban dalam “permainan” Pemilik Sarana Apotek, yang ujung-ujungnya akan menyeret Apoteker sebagai Kuasa Penuh Pemegang Izin Apotek. (Tolong Jadi Perhatian).
  4. Bagi Bapak/Ibu yang akan menjadi Apoteker di Apotek, mohon cari tahu dulu track record Pemilik Sarana Apotek, ini penting, karena ketika sudah berpraktek, kemudian tiba-tiba mundur diluar kesepakatan jangka waktu kerjasama, nanti PSA akan mempermasalahkan Akte Notaris tersebut. Informasi ini bisa di tanyakan ke IAI Padang, atau Apoteker sebelumnya. (Tolong jadi Perhatian)
  5. IAI Padang tidak akan menghambat Bapak/Ibu untuk menjadi Apoteker Pada Sarana Kefarmasian terutama Apotek,Klinik dan RS, sepanjang persyaratan untuk rekomendasi Bapak/Ibu Sejawat penuhi.
  6. Kepada Bapak/Ibu Apoteker Penanggung Jawab di Sarana Distribusi ( PBF/PAK), mohon diperhatikan:
BACA JUGA:  Terjadi Krisis Tenaga Kesehatan

Mohon update data masa berlaku SIA dan SIPA apotek di Kota Padang.

Mohon dikonfirmasi ke Apoteker jika ada perbedaan tandatangan di SP (Surat Pesanan).

Mohon tidak dilayani Apotek yang SIA-nya sudah mati, hal ini penting untuk melindungi apoteker.

Demikian Informasi dan Himbauan ini kami sampaikan…

Himbauan ini untuk keamanan dan kenyamanan Bapak/Ibu semua sejawat Apoteker Kota Padang.

Jika Bapak/Ibu kurang berkenan, mohon hubungi kami untuk berdiskusi agar tidak salah dalam menterjemahkan maksud dan tujuan ini…

Mohon maaf atas salah dan khilaf…

Salam Hormat.
IAI Kota Padang.